TRIBUNNEWS.COM-Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DIY Jawa Tengah, membahas soal bea cukai dan pajak konsumsi terkini bersama Musthofa, anggota Panitia XI DPR RI. Ia berkunjung ke Bea Cukai Jateng dan Kanwil DIY untuk mengatasi liburan Sidang keempat tahun ajaran 2019-2020, Rabu (22/7) lalu. – Kunjungan Musthofa dalam rangka memantau dan mengevaluasi rencana kerja kepabeanan khususnya di Jawa Tengah jika pelaksanaannya sesuai harapan. Wakil dari Fraksi PDI-P dan mantan Bupati Kudus itu mengatakan, dirinya bertanggung jawab menyerap keinginan bea dan cukai dan mengaitkannya dengan pemerintah pusat. Diantara para pengambil keputusan di Jakarta, “kata Mustahova. — Untuk KIHT Kudus, Padmoyo mewarisi KIHT Kudus yang sudah memenuhi syarat. Pengembangan produk. Bahkan saat ini masih ada beberapa pengusaha yang ingin masuk ke KIHT, ”jelas Padmoyo seraya menyebut rencana KIHT tersebut juga mendapat respon positif dari para pengusaha rokok, sehingga kebijakan kebiasaan dan pajak konsumsi dapat diberlakukan, yang akan mencegah pengusaha ilegal. Tergabung secara legal. -Selain itu, terkait lama tinggal di pelabuhan Tanjung Amas, Padmoyo mengatakan, pihak bea cukai saat ini sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh antara pihak bea cukai dan dinas karantina sehingga dapat mempersingkat waktu tunggu di pelabuhan. . Jumlah tersebut dikurangi menjadi 3,57 hari, yang dibagi menjadi 1,83 hari sebelum pelunasan, 0,18 hari setelah bea cukai dan 1,56 hari setelah bea cukai. Per Juni 2020 jumlahnya mencapai 3,57, meningkat dari tahun sebelumnya (year-on-year) yang mencapai 4,71 hari. Sedangkan untuk bea cukai yang langsung terkait dengan kinerja kepabeanan, angka 0,18 hari per Juni 2020 masih 0,38 hari dari tahun sebelumnya (year-on-year), yang merupakan peningkatan yang cukup signifikan, ”imbuhnya. -Dengarkan penjelasan Padmoyo, Musthofa Kemudian ia menyampaikan apresiasinya atas kinerja adat istiadat di daerah DIY di Jawa Tengah. Ia juga menyampaikan bahwa segala sesuatu yang dilakukan di berbagai departemen pemerintahan pada saat itu harus transparan dan bertanggung jawab.

“Ini catatan saya tentunya semoga dapat berkoordinasi di lain waktu Akan selalu ada kemajuan. Dalam pandemi ini, mereka semua menghadapi masalah, namun saya yakin dengan pengetahuan profesional, keteguhan hati dan keikhlasan kepala kantor daerah dan semua petugas bea cukai DIY Jawa Tengah yang bekerja keras, lihai dan antusias, mari kita bersama-sama membangun negara yang baik. “Musthofa menyimpulkan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *